IMQ, Jakarta —
Setelah menjadi sorotan dunia karena krisis utang yang membelitnya, Yunani akhirnya ingin memberikan kesan positif kepada masyarakat internasional bahwa mereka sebenarnya ingin mengatasi masalah keuangan yang meluluhlantakkan perekonomian zona euro.
Dalam pembicaraan dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (8/2), Yunani berjanji untuk mengurangi upah minimum sebesar 20% dan menurunkan pembayaran pensiun, tulis Bloomberg News.
Langkah Yunani itu diambil sebagai bagian dari kesepakatan dengan IMF dan UE untuk memastikan pengucuran dana talangan tahap berikutnya.
IMF dan UE, bersama dengan European Central Bank (bank sentral Eropa), membentuk troika kreditur yang mendesak dilakukannya kebijakan penghematan tambahan terhadap Yunani sebelum negeri itu mendapatkan dana talangan tambahan.
Detil mengenai pemangkasan pembayaran pensiun dan upah minimum itu terangkum dalam draf setebal 43 halaman yang akan ditandatangani oleh Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos, Menteri Keuangan Evangelos Venizelos dan Gubernur Bank of Greece George Provopoulos.
Diharapkan setelah penandatanganan kesepakatan ini, Yunani benar-benar melaksanakan apa yang telah dijanjikannya untuk terus mengikis defisit anggaran demi membangkitkan negeri itu dari terpaan badai krisis utang. Kalau tidak, ini akan menjadi 'racun' yang akan melumpuhkan zona euro dan dunia.
Pasar tentunya berharap janji Yunani ini bukan hanya janji surga. Kekhawatiran ini pula yang membuat indeks di Wall Street semalam hanya naik tipis, karena pasar masih melihat ini masih sebatas janji buka bukti.











