IMQ, Jakarta —
Setelah tampil impresif sehari sebelumnya, emas harus rela mengakhiri perdagangan Rabu (8/2) di area negatif menyusul aksi ambil untung serta tertahannya pergerakan euro sehingga membuat dolar AS lebih kuat dari mata uang utama dunia lainnya.
Emas untuk pengiriman April anjlok US$17,10, atau 1%, menjadi US$1.731,30 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Harga emas sebelum penutupan bergerak naik tipis dan turun, dengan posisi tertinggi adalah US$1.754,80 dan terendah US$1.729,10 per ons.
Logam mulia ini menanjak 1,4% pada Selasa setelah berita menyebutkan Yunani sudah hampir sepakat soal persyaratan untuk mendapatkan dana talangan. Namun kenyataannya belum juga tercapai kata sepakat, sehingga pasar meragukan hasil pembicaraan Yunani dengan pimpinan zona euro itu.
Sementara indeks dolar AS menguat menjadi 78,618, dari posisi 78,552 sehari sebelumnya.
Untuk perak pengiriman Maret turun 49 sen, atau 1,4%, menjadi US$33,70 per ons.
Namun tembaga untuk kontrak Maret naik 3 sen menjadi US$3,91 per pons.
Demikian juga dengan platinum untuk kontrak April menguat US$13,30 menjadi US$1.668,10 per ons.











