IMQ, Jakarta —
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk telah menandatangani perjanjian dengan PT Indosat Tbk untuk pembelian 2.500 aset menara dan penyewaan space menara dengan harga US$406 juta dan potensi tambahan earn-out US$113 juta.
"Transaksi ini diharapkan selesai pada kuartal II 2012 sesuai dengan persetujuan pemegang saham TBIG dan pemegang obligasi dan kreditur Indosat," kata Chief Executive Officer TBIG Hardy Wijaya Liong dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (8/2).
Pembayaran US$406 juta tersebut, sambungnya, akan dilakukan dalam bentuk kas dan saham baru TBIG yang diterbitkan. Penerbitan saham baru tersebut akan didasarkan pada trailing harga pasar dalam periode sebelum closing, dan saham baru tersebut akan mewakili 5% dari modal TBIG setelah penerbitan saham baru.
Menurut perjanjian yang ditandatangani pada 8 Februari 2012, Indosar akan menyewa semua 2.500 menara, sebagai anchore tenant, dengan TBIG untuk jangka waktu 10 tahun. Transaksi ini akan dibiayai oleh perseroan dengan menggunakan pinjaman bank, penerbitan saham baru untuk Indosat dan pembiayaan internal.
"Kami sangat senang telah menandatangani perjanjian ini, yang merupakan bagian dari strategi TBIG untuk melengkapi pertumbuhan organiknya dengan melakukan akuisisi portofolio menaa berkualitas tinggi," lanjutnya.
Per 1 Januari, TBIG memiliki 3.104 sites dan 4.729 penyewaan. Pada tahun 2011 dengan 4.868 site dan 7.002 penyewaan di mana angka ini menunjukkan kenaikan masing-masing 57% dan 48% untuk sites dan penyewaan.
Sebagian besar peningkatan ini berasal dari pertumbuhan organik. Pada kuartal IV 2011, perseroan berencana menambah 360 site dan 593 penyewaan secara organik.
"Hal ini jelas menunjukkan komitmen kami yang berkelanjutan untuk membangun sites dan kolokasi build to suits," paparnya.
Dengan akuisisi ini, akan menambah jumlah sites menjaid 7.368 sites dan penyewaan lebih dari 10.000 penyewaan sehingga diperkirakan pendapatan dan EBITDA TBIG akan meningkat dan manfaat skala ekonomi dipastikan bertambah.
Direktur Utama Indosat Harry Sasongko mengungkapkan perjanjian ini memungkinkan untuk menguangkan sebagian aset non inti dengan nilai yang menarik.
"Hal ini sejalan dengan strategi kami di mana penjualan ini memberikan hasil nyata imbal hasil investasi sekaligus membuka nilai dari sebagian bisnsi menara dan membebaskan modal untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis inti," kata Harry.











