IMQ, Jakarta —
PT Pelindo I Persero membutuhkan dana sekitar Rp8,36 triliun guna mengembangkan empat pelabuhan. Kebutuhan dana ini berasal dari internal dan pinjaman lembaga keuangan internasional dan lokal.
Menurut Direktur Utama Pelindo I Harry Sutanto, Pelindo I akan mengembangkan terminal peti kemas Pelabuhan Batu Ampar, Batam, dengan kapasitas 500.000 Teu's per tahun dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.
"Pengembangan Batu Ampar ini dimulai pada 2012-2013," kata Harry di sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian BUMN, BUMN Kebandarudaraan dan Pelabuhan, serta Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (8/2).
Dana pengembangan pelabuhan Batu Ampar diperoleh dari sindikasi bersama Pelindo I, PT Batam Persero dan PT Wijaya Karya Tbk.
Pelabuhan Dumai berupa pembangunan terminal curah kering dengan kapasitas 1,7 juta ton, terminal curah cair dengan kapasitas 8 juta ton dan terminal peti kemas dengan kapasitas 200.000 Teu's per tahun. Total investasi yang dianggarkan sekitar Rp698 miliar.
Pelabuhan Belawan berupa perluasan terminal peti kemas Belawan guna meningkatkan kapasitas dari 1,3 juta Teu's menjadi 2 juta Teu's. Nilai investasi dianggarkan Rp3,9 triliun, yang bersumber dari pinjaman Ismanic Development Bank maupun dana internal.
"Perluasan pelabuhan Belawan ada dua tahap, di mana tahap I skedul pelaksanaan pada 2012-2014, dan tahap II pada 2013-2015," paparnya.
Berikutnya, pelabuhan Kuala Tanjung berupa pengembangan terminal curah cair untuk tahap I dengan kapasitas dua juta ton per tahun dengan nilai Rp568 miliar. Demikian pula pembangunan terminal peti kemas tahap I kapasitas 350.000 Teu's per tahun dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.
"Pengembangan terminal curah cair Kuala Namu ini akan bermitra dengan PTPN III dan PT KAI dengan skema joint operation," ungkapnya.
Program pengembangan dan pembangunan yang dilakukan Pelindo I guna mendukung Masterplan Percepatan dan Peluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).











