IMQ, Jakarta —
PT Intiland Development Tbk (DILD) pada tahun ini menargetkan memasarkan 40 hektar lahan yang berada di kawasan industri Ngoro Industrial Park (NIP) Mojokerto, Jawa Timur.
General Manager NIP, Wihardi Hosen mengatakan tingkat kebutuhan lahan di wilayah ini jauh lebih besar dibandingkan sebelum yang rata-rata hanya 5-10 hektar per tahun.
"Lonjakan kebutuhan lahan industri ini seiring banyaknya perusahaan melakukan ekspansi untuk mengantisipasi tingginya pertumbuhan pasar, khususnya di kawasan timur Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/2).
Menurutnya, membaiknya tren investasi menyebabkan kebutuhan investor terutama asing terhadap lahan kawasan industri meningkat signifikan dalam setahun terakhir.
Pada saat ini Intiland tengah mengembangkan kawasan industri Ngoro Industrial Park (NIP) tahap II yang direncanakan memiliki total lahan seluas 350 hektar yang merupakan pengembangan dari NIP I.
Perseroan tahun ini menargetkan dapat menyelesaikan perluasan 150 hektar di NIP II, yang saat ini memasuki tahapan pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pengolahan air dan limbah, saluran air, serta lingkungan pada saat ini.
“Tahun ini kami memulai tahapan pengerjaan pembangunan infrastruktur pipanisasi sepanjang 20 km,” terangnya.











