IMQ, Jakarta —
PT Angkasa Pura II Persero mencatatkan enam bandara yang dikelolanya merugi sebesar Rp82,62 miliar pada 2011. Enam bandara itu adalah Sultan Mahmud Badaruddin II, Minangkabau, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Raja Haji Fisabilillah, Sultan Iskandar Muda, dan Sultan Thaha.
"Jumlah bandara rugi naik, bila dibandingkan 2010 hanya ada lima bandara saja," kata Direktur Utama Tri S. Sunoko di sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian BUMN, BUMN Kebandarudaraan dan Pelabuhan, serta Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (8/2).
Saat ini, AP II mengelola 12 bandara udara. Berikut enam bandara rugi dan untung yang dikelola oleh AP II, antara lain:
Bandara rugi
1. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Rp18,447 miliar
2. Bandara Minangkabau Rp25,405 miliar
3. Bandara Halim Perdanakusuma Rp10,689 miliar
4. Bandara Raja Haji Fisabilillah Rp7,709 miliar
5. Bandara Sultan Iskandar Muda Rp7,709 miliar
6. Bandara Sultan Thaha Rp1,955 miliar.
Bandara untung
1. Bandara Soekarno-Hatta Rp1,803 triliun
2. Bandara Polonia Rp78,824 miliar
3. Bandara Sultan Syarif Kasim III Rp23,630 miliar
4. Bandara Supadio Rp15,121 miliar
5. Bandara Husein Sastranegara Rp14,220 miliar
6. Bandara Depati Amir Rp3,417 miliar.
Sepanjang tahun 2011, total pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 358 ribu pergerakan take-off dan landing. Melalui optimalisasi dua runway tersebut, Soekarno-Hatta akan mampu melayani sebanyak 316.820 pergerakan per tahun.
”Kapasitas pelayanan hingga 623.420 pergerakan per tahun akan dicapai jika Soekarno-Hatta memiliki tiga runway, dan itu akan bisa mengantisipasi pertumbuhan setidaknya hingga tahun 2030,” ungkapnya.











