IMQ, Jakarta —
PT Angkasa Pura II (Persero) membentuk Project Management Unit (PMU) sebagai unit khusus dalam menjalankan program pengembangan dan pembangunan baik di Soekarno-Hatta maupun bandara lain yang berada di bawah kendali perseroan.
Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan pembentukan unit khusus ini bertujuan agar manajemen pada kantor cabang bisa tetap fokus mengurusi operasional bandara.
”Jadi, tidak ada General Manager atau kepala cabang dan jajarannya yang secara teknis ikut mengurusi proses pengembangan bandaranya. Mereka akan fokus bekerja melayani pengguna jasa secara optimal,” jelasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/2).
Selain proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II juga melakukan pengembangan terhadap bandara lainnya seperti Bandara Depati Amir, Bandara Sultan Thaha, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Bandara Supadio, Bandara Husein Sastranegara, Halim Perdanakusuma serta Bandara Medan Baru Kualanamu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan.
Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perseroan saat ini mengelola sebanyak 12 bandar udara di kawasan Indonesia bagian barat yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Poloni,a (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badarudin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Sultan Thaha (Jambi), serta Depati Amir (Pangkal Pinang).
Perseroan juga melayani jasa pemanduan lalu lintas udara (Air Traffic Services) untuk penerbangan di wilayah udara (Flight Information Region/FIR) Jakarta.











