IMQ, Jakarta —
PT Pelindo Persero memproyeksikan pendapatan sebesar Rp1,43 triliun, tumbuh 17,11% dibandingkan dengan realisasi 2011 sekitar Rp1,22 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh operasional kapal yang diperkirakan mencapai 134,540 GT.
Menurut Direktur Utama Pelindo I Harry Sutanto, perseroan juga membidik pertumbuhan laba bersih sekitar 6,06% menjadi Rp298,382 miliar dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya Rp280,277 miliar.
"Dengan pertumbuhan kinerja tersebut, tingkat kesehatan perseroan bisa dibilang'AA'," kata Harry dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian BUMN, BUMN Kebandarudaraan dan Pelabuhan, serta Komisi VI DPR RI di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (8/2).
Pelindo I memperkirakan pada tahun ini angkutan barang dapat mencapai 84,05 juta ton, sementara angkutan peti kemas sekitar 1,591 juta TEU's, dan sebanyak 5,374 juta penumpang.
Tahun ini, perseroan juga menganggarkan investasi sebesar Rp766,846 miliar. Angka ini turun bila dibandingkan dengan alokasi tahun lalu sekitar Rp1,218 triliun.
Menyoal dampak implementasi UU 17/2008 tentang Pelayaran terhadap kinerja perseroan, ia mengakui akan berdampak, di antaranya kewajiban membayar konsesi yang besarnya belum ditetapkan dan kemungkinan hilangnya jasa labuh Rp20 miliar per tahun.
Selain itu juga pelimpahan pemanduan tidak lagi mutlak diberikan kepada Pelindo I sekitar Rp70 miliar per tahun, serta terjadinya persaingan dalam usaha terminal pada satu pelabuhan yang mengurangi pangsa pasar Pelindo I.











