IMQ, Jakarta —
Minyak mentah bergerak menguat dan sudah semakin mendekati level psikologis US$100 per barel dalam perdagangan elektronik di Asia, Rabu (8/2), menyusul turunnya cadangan minyak AS dan ada kabar positif dari negosiasi utang Yunani.
Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Maret menguat 59 sen, atau 0,6%, menjadi US$99,00 per barel di pasar Asia Timur, melanjutkan penguatan dari sebesar US$1,50 pada perdagangan reguler di New York Mercantile Exchange, Selasa (7/2).
Penguatan harga minyak ini di tengah menguatnya dolar dan kinerja positif bursa Wall Street semalam.
Pada perdagangan Rabu di Asia, mayoritas bursa regional menguat, yang dipimpin bursa China dan Jepang. Demikian juga dengan indeks berjangka Dow Jones Industrial Average yang naik tipis 11 poin menjadi 12.842.











