IMQ, Jakarta —
Pada Desember 2011, Jepang menikmati kenaikan surplus neraca berjalan menjadi 303,5 miliar yen (US$3,95 miliar). Namun, negeri sakura ini masih mengalami suatu hal yang mengejutkan, yakni terjadi defisit perdagangan merchandise untuk pertama kalinya dalam hampir separuh abad.
Surplus neraca berjalan selama Desember itu naik dari ¥138,5 miliar pada November, tapi jauh berkurang ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar ¥1,198 triliun, kata Kementerian Keuangan Jepang, Rabu (8/2).
Angka surplus itu bahkan berada di bawah ekspektasi median sebesar ¥331,4 miliar, berdasarkan survei Dow Jones Newswires.
Sementara itu, neraca perdagangan tetap mengalami defisit, dengan raihan sebesar ¥145,8 miliar, turun dari angka November sebesar ¥585,1 miliar.
Ekspor selama Desember anjlok 7%, sedangkan impor meningkat 9,8%. Selama 2011, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar ¥1,609 triliun. Ini merupakan defisit neraca perdagangan merchandise pertama sejak 1963.











