IMQ, Jakarta —
Sama seperti di Comex dan Nymex, investor di bursa New York juga merespons positif indikasi bakal disetujuinya program penghematan yang dilakukan Yunani untuk memastikan kucuran dana talangan tahap selanjutnya.
Selain itu juga karena munculnya pernyataan bos Federal Reserve Ben Bernanke tentang kemungkinan peluncuran program stimulus tahap berikutnya.
Bernanke mengungkapkan kembali kekhawatirannya mengenai perekonomian AS yang belum menentu, sehingga membuat bank sentral itu tetap mempertahankan tingkat sukubunga rendah untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 33,07 poin, atau 0,3%, menjadi 12.878,20, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak Mei 2008.
Sementara indeks S&P 500 menguat 2,72 poin, atau 0,2%, menjadi 1.347,05, dan indeks Nasdaq Composite naik 2,09 poin, atau 0,1%, menjadi 2.904,08
Di pasar lainnya, minyak mentah menguat 1,6% pada penutupan perdagangan Selasa (7/2) menyusul melemahnya dolar AS dan harapan Yunani akan mencapai kata sepakat untuk pengucuran dana talangan tahap berikutnya.
Untuk kontrak pengiriman Maret, minyak mentah ditutup menguat US$1,50, atau 1,6%, menjadi US$98,41 per barel di New York Mercantile Exchange, sekaligus mencatat level tertinggi dalam sepekan.
Indeks dolar diperdagangkan melemah di posisi 78,627, dibandingkan dengan penutupan Senin (6/2) di level 79,064.
Sementara itu, setelah dalam dua sesi perdagangan selalu berada di zona negatif, emas berjangka menutup perdagangan Selasa (7/2) dengan kenaikan sebesar 1,4%.
Kenaikan harga emas ini ditunjang oleh melemahnya dolar AS menyusul kabar bahwa Yunani telah mendekati kata sepakat dengan para pemimpin zona euro terkait persyaratan untuk mendapatkan kucuran dana talangan tahap selanjutnya.
Selain itu, penguatan harga logam mulia ini terdorong oleh pernyataan bos Federal Reserve Ben Bernanke yang menyebutkan kemungkinan peluncuran program stimulus tahap berikutnya terkait dengan belum menentunya perekonomian AS.
Emas untuk kontrak pengiriman April ditutup menguat US$23,50, atau 1,4%, menjadi US$1.748,40 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.











