IMQ, Jakarta —
Rencana pengunduran diri Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Persero Sardjono Jhony Tjitrokusumo ditolak oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan segenap karyawan maskapai pelat merah perintis. Dalam pengakuannya, Dirut Merpati ini merasa tidak dipercayai untuk mengendalikan dana talangan.
"Dirut Merpati sudah berniat mengundurkan diri. Kita bilang tidak boleh begitu karena Merpati harus kompak," kata Dahlan usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/2).
Ia mengakui terharu melihat semangat karyawan Merpati yang terus mempertahankan perusahaannya tanpa atau mendapatkan dana tambahan Rp250 miliar. Dengan tekad tersebut, karyawan Merpati mau tidak mau bekerja lebih keras lagi.
"Tidak bagus juga kalau BUMN itu terlalu sering meminta PMN. Ada atau tidak ada PMN, perusahaan harus terus berjalan," tuturnya.
Seyogyanya, Merpati meminta dana talangan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) sekitar Rp561 miliar dan dana tambahan sekitar Rp250 miliar.
"Kita sudah bahas seandainya dana Rp250 miliar itu tidak cair pada Juni atau Juli, maka secara teoritis pasti kolaps," paparnya.
Merpati mengharapkan dapat segera mendapatkan dana tambahan Rp250 miliar ditengarai PMN sekitar Rp561 miliar baru dicairkan pada 31 Desember 2011. Keterlambatan pencairan ini mengharuskan Merpati telah terlilit utang dengan beberapa lembaga keuangan.
"Dengan tekad baru mereka akan cari segala cara untuk mencari dana. Live or die," pungkas tanpa memberikan solusi pencarian dana tersebut.











