IMQ, Jakarta —
Harga emas diperkirakan akan berpotensi rebound kembali dengan resistance pada level US$1.738 per ons.
Head of Research Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan reboundnya harga emas ini didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat, dimana momentum penguatan ekonomi ini setelah angka pengangguran turun menjadi 8,3% pada Januari dari 8,5% sebelumnya.
“Penurunan tersebut diperoleh dari penyerapan tenaga kerja yang sepenuhnya di sektor swasta, Adapun di pemerintahan terjadi pengurangan sebanyak 14 ribu orang,” ujarnya ketika dihubungi IMQ, di Jakarta, Selasa (7/2).
Investor lanjutnya masih memusatkan perhatian pada perkembangan isu hutang Yunani, dimana jika terjadi bailout maka akan berpengaruh mengalami kenaikan.
“Harga emas diperkirakan akan bergerak seperti beberapa bulan lalu, dimana direkomendasi Buy on low,” ujarnya.











