IMQ, Jakarta —
Kelompok perbankan Swiss, UBS AG, harus menelan pil pahit selama kuartal IV-2011 setelah labanya anjlok hingga 76% menjadi 393 juta franc Swiss (US$427 juta), atau 0,10 franc per saham, dari periode yang sama tahun sebelumnya 1,66 miliar franc, atau 0,43 franc per saham.
Pemicu kejatuhan laba itu tak lain dan tak bukan adalah krisis utang Eropa dan industri perbankan di zona euro.
Angka itu jauh di bawah ekspektasi analis yang dirangkum Dow Jones Newswires yang sebesar 739 juta franc Swiss.
Untuk laba operasi secara total mencapai 5,97 miliar franc, dibandingkan pada periode sebelumnya sebesar 7,14 miliar franc.
Sementara itu, UBS dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/2), menyebutkan pihaknya mengkhawatirkan prospek pertumbuhan kinerja perusahaan.
"Hingga kuartal keempat 2011, berlanjutnya kekhawatiran atas krisis utang Eropa, isu seputar sistem perbankan Eropa dan defisit anggaran AS, selain juga ketidakpastian kondisi perekonomian global secara umum, sepertinya berdampak buruk terhadap tingkat aktivitas nasabah pada kuartal pertama 2012,” kata Kaspar Villiger, ketua dewan direksi dan CEO grup UBS, Sergio P. Ermotti, dalam keterangan tertulisnya.











