IMQ, Jakarta —
Aksi beli jelang penutupan perdagangan Selasa (7/2) ternyata tidak mampu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik, sehingga terpaksa harus finish di zona merah.
"Secara teknikal IHSG berfluktuasi melemah karena pelaku pasar khawatir Yunani akan default setelah pemimpin Yunani gagal mencapai kesepakatan mengenai syarat dan kondisi bailout tahap kedua," ujar Analis Sucorinvest Central Gani, Pang Tek Djen, di Jakarta, Selasa (7/2).
Menurut Pang, di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa dan laba emiten, Yunani kembali gagal mencapai kesepakatan seputar persyaratan bailout tahap berikutnya dari Uni Eropa dan IMF.
Pada penutupan perdagangan Selasa (7/2), IHSG merosot 19,33 poin (0,49%) ke level 3.955,45, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 melemah 3,59 poin (0,52%) ke level 690,23.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 117.183 kali pada volume 5,087 miliar lembar saham.
Sebanyak 97 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 106 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang naik signifikan (top gainers) antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp900 ke level Rp 37.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp350 ke level Rp 19.950 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp 250 ke level Rp 46.750.
Sedangkan saham yang bergerak turun (top losers) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) merosot Rp1.350 ke level Rp75.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.200 ke level Rp56.750 dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) anjlok Rp550 ke level Rp 8.450.











