IMQ, Jakarta —
Toyota menyatakan bahwa laba kuartalan turun 13,5%, namun pabrikan mobil terbesar Jepang ini cukup yakin mengalami pemulihan, sehingga meningkatkan proyeksi laba tahunan selama 2012.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (7/2), Toyota Motor Corp. menyatakan bahwa laba untuk periode Oktober-Desember 2011 mencapai 80,9 miliar yen (US$1,05 miliar), atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 93,6 miliar yen.
Penurunan laba yang dialami Toyota itu lebih disebabkan oleh bencana alam berupa gempa dan tsunami yang menerjang Jepang pada Maret 2011 lalu, dilanjutkan dengan bencana banjir di Thailand akhir tahun lalu yang memutuskan jalur distribusi serta menguatnya yen.
Namun begitu, Toyota optimistis bahwa mereka kini sudah berada di jalur pemulihan, sehingga tak ragu untuk menaikkan estimasi laba tahun ini menjadi 200 miliar yen (US$2,6 miliar) dari tahun fiskal sebelumnya sebesar 180 miliar yen (US$2,3 miliar).
Keyakinan itu ditunjang oleh rencana Toyota Motor Corp untuk menjual sedikitnya 1 juta unit kendaraan di China tahun ini, naik dari 880.000 unit pada kalender 2011, kata Senior Managing Officer Takahiko Ijichi dalam konferensi pers.











