IMQ, Jakarta —
Harga minyak mentah Nymex jenis light sweet menguat dalam perdagangan elektronik di Asia, Selasa (7/2), dan sekaligus menutupi pelemahan yang terjadi di sesi sebelumnya meski masih terjadi spread yang lebar antara minyak Nymex dengan Brent.
Minyak mentah untuk pengiriman Maret menguat 27 sen menjadi US$97,17 dalam perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange di Asia. Harga kontrak ini turun 93 sen, atau 1%, menjadi US$96,91 per barel dalam perdagangan reguler Nymex, Senin (6/2).
Ini berbeda dengan minyak Brent untuk pengiriman Maret yang naik tipis 1,2% menjadi US$115,93 per barel di ICE, London, semalam. Untuk perdagangan elektronik di asia hari ini, minyak Brent naik lagi 19 sen menjadi US$116,12 per barel.
Analis Barclays Capital mengatakan bahwa musim dingin di kawasan Eropa memacu tingginya permintaan bahan bakar di kawasan itu.
Selain itu, katanya, risiko geopolitik terus meningkat setelah Iran mengatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan ekspor minyak ke beberapa negara Eropa dalam waktu dekat.
Sementara itu, indeks dolar berada di posisi 79,083, naik dari 79,012 di Amerika Utara, Senin (6/2). Menguatnya dolar biasanya berdampak negatif terhadap minyak dan komoditas berdenominasi dolar lainnya, karena ini akan membuat harga komoditas ini lebih mahal bagi pemegang mata uang selain dolar.











