IMQ, Jakarta —
Beberapa saham perbankan dan logam diperkirakan akan kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (7/2) ini seiring dengan menguatnya dolar AS dan rontoknya harga komoditas di New York semalam.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro mengatakan hal ini dipicu lemahnya pergerakan harga logam dunia pada perdagangan di New York semalam, dengan pergerakan mendatar seperti tembaga turun 0,8%, nikel hanya naik 1,8% dan timah hanya naik 0,4%.
Selain itu, data PDB Indonesia yang tumbuh 6,5% pada 2011 dinilai tidak berpengaruh banyak ke pasar karena sesuai dengan ekspektasi.
"Support indeks berada pada level 3,938," ujarnya.
Pada perdagangan sesi I, Selasa (2/7), IHSG dibuka menguat 10,66 poin (0,27%) ke level 3.985,45. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 naik 2,82 poin (0,41%) ke level 696,64.
Untuk bursa regional, bursa Amerika Serikat dan Eropa terkoreksi tipis pada perdagangan semalam memfaktorkan ketidakpastian pemberian bailout bagi Yunani seiring kembali diundurnya keputusan pengetatan anggaran negara tersebut hingga malam ini.
Minimnya sentimen baru di AS juga membuat bursa AS bergerak dengan volume terendah sejak awal tahun.
Sementara bursa Asia pagi ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa global dan komoditas.











