IMQ, Jakarta —
Minimnya sentimen positif diperkirakan akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (7/2) cenderung bergerak melemah.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan untuk faktor eksternal kegagalan Yunani mencapai kesepakatan mengamankan paket bantuan senilai 130 miliar Euro (US$170 miliar) dan Portugal yang ingin mendapatkan dana bantuan baru kembali tentunya menjadi penghalang bursa Indonesia untuk menguat.
Selain itu, faktor dalam negeri akibat tekanan jual yang terjadi pada saham perbankan yang disebabkan kekhawatiran mengecilnya margin keuntungan, terlebih setelah pemerintah mengimbau perbankan menurunkan suku bunga kredit padahal beberapa bank masih mempunyai struktur biaya dana yang masih tinggi dan adanya potensi kredit macet pada emiten PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA).
“Indeks diperkirakan akan bergerak pada level support-resistance 3.939-3.998,” ujarnya.
Sementara Senior Research HD capital, Yuganur Wijanarko mengatakan penurunan IHSG dirasa berlebihan dan membuat banyak emitten blue chip maupun lapis kedua menarik untuk dilakukan "bottom fishing".
"Apalagi indeks Dow Jones hanya tutup minus tipis setelah sebelumnya terkoreksi hampir 80 poin pada sesi semalam," ujarnya.
Pergerakan indeks, lanjut Yuganur, diperkirakan akan berada pada support 3.960-3.910 dan resistance 4.050-4.125.
Untuk saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan hari ini antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).











