IMQ, Jakarta —
Emas berjangka ditutup melemah Senin (6/2) di tengah menguatnya dolar AS yang memberikan tekanan terhadap logam mulia ini dan pergerakan harga emas ini beriringan dengan saham-saham di bursa New York.
Harga emas untuk pengiriman April melorot US$15,40, atau 0,9%, menjadi US$1.724,90 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, harga emas ini sempat jatuh hingga US$26,30 ke level US$1.714 per ons.
Melemahnya harga emas ini lebih karena menguatnya dolar AS, melemahnya harga minyak dan penurunan harga saham menyusul meningkatnya kekhawatiran atas krisis utang Yunani, kata Mark O’Byrne, executive director di GoldCore.
Memburuknya situasi pembicaraan antara Yunani dengan krediturnya untuk restrukturisasi utang ternyata gagal memacu aksi beli emas.
Aksi beli emas untuk safe-haven sudah terjadi pada perdagangan Jumat (3/2), ketika membaiknya data ekonomi AS memicu penurunan harga emas sebesar US$19 per ons. Dan menguatnya dolar semakin memberikan tekanan pada harga emas.
Sementara indeks dolar diperdagangkan di posisi 79,074, dari sebelumnya 78,969. Menguatnya dolar adalah hal negatif bagi emas dan komoditas berdenominasi dolar lainnya karena akan membuat harga lebih tinggi bagi pemegang mata uang selain dolar.
Untuk harga perak pengiriman Maret ditutup flat di level US$33,75 per ons, sedangkan tembaga untuk pengiriman Maret turun 4 sen menjadi US$3,86 per pons.
Platinum untuk kontrak April turun US$2,10, atau 0,1%, menjadi US$1.629,80 per ons, dan palladium melorot US$2,90, atau 0,4%, menjadi US$705,95 per ons.











