IMQ, Jakarta —
Setelah sempat sepekan berada level psikologis 4.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi cukup dalam dan menjauhi level tersebut.
“Selain masih menantikan hasil negosiasi utang Yunani dan koreksi indeks juga dipicu adanya aksi ambil untung (profit taking),” ujar salah satu pelaku pasar ketika berbincang dengan IMQ, di Jakarta, Senin (6/2).
Hal senada diungkapkan Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono, yang mengatakan bursa regional, termasuk BEI turun signifikan yang dipicu oleh ekspektasi melemahnya pertumbuhan ekonomi China akibat dampak krisis utang Eropa.
"Pasar Eropa juga dibuka melemah menyusul batas waktu penyelesaian utang antara Yunani dengan kreditur," ujarnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (6/2), IHSG turun 41,161 poin (1,02%) ke level 3.974,78. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 ditutup anjlok 9,29 poin (1,32%) ke level 693,827.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.370 kali pada volume 9,08 juta lot saham senilai Rp 6,208 triliun.
Sebanyak 88 saham naik, sisanya 176 saham turun dan 89 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers antara lain PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp1.500 ke Rp46.500, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp700 ke Rp13.200, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp450 ke Rp21.950.
Sementara saham yang melemah (top losers) antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) turun Rp8.900 menjadi Rp36.100, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp1.750 menjadi Rp77.000 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp1.250 menjadi Rp28.000.











