IMQ, Jakarta —
Memasuki sesi II perdagangan Senin (6/2), aksi ambil untung (profit taking) semakin deras membuat IHSG menjauhi level 4.000. Hal ini terlihat dari kejatuhan harga saham-saham sektor perbankan.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang ketika dihubungi IMQ, Senin (6/2), mengatakan kejatuhan indeks lebih dipicu terjadinya aksi jual pada saham perbankan, khususnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
"Saya menduga faktor yang paling penting turunnya saham perbankan karena para fund manager mengurangi bobot di saham perbankan berkaitan dengan akan makin mengecilnya margin bank, khususnya berkaitan ada upaya dari pemerintah dalam menurunkan bunga kredit padahal biaya bunga kreditnya masih tinggi," ujarnya.
Edwin juga menambahkan turunnya indeks juga dipicu oleh potensi kredit macet pada saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) dan turunnya saham sektor pertambangan.
Hingga pukul 15.05 waktu JATS, IHSG turun 42,64 poin (1,06%) ke level 3.972,93.











