IMQ, Jakarta —
PT Waskita Karya Persero menargetkan perolehan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) sekitar Rp1 triliun. BUMN karya ini berencana melepas maksimal 35% saham ke publik.
"Kami akan melangsungkan IPO pada kuartal pertama 2013," kata Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq usai penandatanganan fasilitas kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di gedung BNI Pusat, Jakarta, Senin (6/2).
Menurut Choliq, penggunaan dana hasil IPO akan diperuntukkan bagi pelunasan suntikan dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp475 miliar dan pengembangan modal perseroan.
Pada kesempatan itu, Choliq juga berharap kondisi pasar pada tahun depan kondusif sehingga saham perdana perseroan dapat terserap dengan maksimal.
"Kalau menghitung shareholder sekitar Rp3-4 triliun, maka kalau kita lepas 35% diharapkan dapat mencapai nilai yang mendekati angka tersebut," tuturnya.
Ia mengakui perseroan akan menggunakan laporan kinerja audit 2012 untuk mengajukan dokumen IPO. Ia juga berharap buku 2012 akan lebih baik sehingga prospek untuk menawarkan saham perdana semakin cerah.
Menyoal penerbitan obligasi, menurut Choliq, perseroan menargetkan perolehan surat utang sekitar Rp750 miliar.
"Saat ini perseroan tengah menunggu rating dari lembaga pemeringkat. Diharapkan rating dapat dikantongi pada akhir bulan ini," katanya.
Choliq menjelaskan perolehan dana dari penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk restrukturisasi utang. Adapun penerbitan obligasi ini akan menggunakan buku laporan keuangan 2011.
"Tenor obligasi sekitar 5-7 tahun, namun disesuaikan dengan minat market. Jadi diharapkan kondisi pasar terus membaik," ujarnya.











