IMQ, Jakarta —
PT Angkasa Pura II (Persero) menganggarkan dana senilai Rp700 miliar untuk pembangunan landasan baru Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat.
Direktur Operasi dan Teknik PT AP II, Salahudin Rafi, mengatakan selain pembangunan landasan pacu baru berukuran 3000 x 60 meter (ultimate), juga dilakukan pembangunan taxiway pararel dan perluasan apron untuk mengantisipasi kehadiran pesawat-pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 767 series.
“Khusus untuk pembangunan landasan baru, estimasi anggarannya mencapai Rp700 miliar. Saat ini, pematangan lahannya sudah mulai dilakukan oleh Satuan Kerja Kementerian Perhubungan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (6/2).
Salahudin Rafi juga menjelaskan perseroan telah memulai program pengembangan Bandara Supadio Pontianak dengan melakukan pemancangan tiang pertama.
Program pengembangan tersebut meliputi peningkatan kapasitas terminal penumpang hingga mencapai lima kali lipat dari yang ada saat ini.
“Ke depan, Bandara Supadio akan memiliki bangunan terminal baru dengan konsep modern dan ramah lingkungan yang akan berdiri di atas lahan seluas 32 ribu meter persegi yang akan mampu melayani hingga 3,2 juta pergerakan penumpang per tahun,” jelasnya.
Secara keseluruhan, proses pembangunan terminal baru Bandara Supadio ini ditargetkan selesai pada 2014. Namun, pada pertengahan 2013 sebagian bangunan akan diupayakan dapat dioperasikan.
PT Angkasa Pura II merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sebanyak 12 bandar udara utama di kawasan Indonesia bagian barat, yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Polonia (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badarudin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Sultan Thaha (Jambi), serta Depati Amir (Pangkal Pinang).
Selain itu, PT Angkasa Pura II juga melayani jasa pemanduan lalu lintas udara (Air Traffic Services) untuk penerbangan di wilayah udara (Flight Information Region/FIR) Jakarta.











