IMQ, Jakarta —
Mengawali awal pekan ini, Senin (6/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
"Kisaran support-resistance indeks akan berada pada level 3.985-4.055," demikian diungkapkan Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (6/2).
Menurut Purwoko, pergerakan indeks juga masih akan dibayangi oleh wacana kenaikan harga BBM serta rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan setelah mengalami kenaikan hingga 29,54 poin (0,74%) pada sepekan lalu, IHSG diperkirakan kembali berpeluang menguat.
Ia mengatakan ada beberapa faktor positif pendorong indeks antara lain meningkat tajamnya bursa-bursa regional, seperti indeks Dow Jones mencapai level tertinggi sejak Mei 2008, yakni sebesar 156,82 poin (1,23%) dan indeks Nasdaq naik ke level tertinggi 11 tahun terakhir.
Rupiah juga diperkirakan berpotensi terus menguat ke level Rp8.800 seiring dengan antisipasi pemberian status investment grade oleh S&P dalam waktu dekat ini.
“Ini pastinya akan menguntungkan bagi pasar modal Indonesia,” ulasnya.
Faktor selanjutnya, kata Edwin, adalah kan dirilisnya laporan Produk Domestik Bruto Indonesia untuk kuartal IV-2011 yang diperkirakan sebesar 6,5%.
Selain itu juga mulai dirilisnya laporan keuangan interim emiten Indonesia kuartal IV-2011.
“Kami memperkirakan rata-rata pendapatan emiten bisa tumbuh minimal 24%,” jelasnya.
Faktor lainnya adalah tidak adanya data ekonomi dan laporan keuangan penting yang akan dirilis di AS sehingga potensi guncangan sangat kecil.
“Indeks akan bergerak pada level 4.002-4.053,” terangnya.
Untuk saham-saham yang layak direkomendasi beli pada perdagangan Senin ini antara lain PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT PP Tbk (PTPP), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Astra International Tbk (ASII).











