IMQ, Jakarta —
PT Bali Tourism Development Center (BTDC) berencana menerbitkan surat utang senilai Rp500 miliar pada tahun ini. Penggunaan dana ini untuk pembangunan proyek kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
"Sebagian besar dana mereka untuk program pembangunan Mandalika," tutur Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto akhir pekan lalu.
Menurutnya, dalam proyek Mandalika, BTDC telah mengundang beberapa investor strategis, seperti MMC, Rachmat Gobel, Rajawali Corporation, serta beberapa investor lainnya. Rencananya, pembangunan kawasan terintegrasi ini menghabiskan waktu hingga 15 tahun.
"Kawasan ini juga akan dibangun fasilitas pendukung, seperti hotel berbintang, taman hiburan hingga sirkuit balap," katanya.
Pengembangan kawasan wisata pantai ini diperkirakan berlangsung selama 10 tahun dan memerlukan biaya sekitar US$3 miliar atau Rp27 miliar.
Dalam rencana besar pengembangan, kawasan Mandalika didesain memiliki kelengkapan, antara lain Taman Bawah Laut (underwater park), resor mewah, desa budaya, dan lapangan golf. Total luas area wisata pantai yang dikembangkan itu mencapai 1.175 hektar. Pembangunan melibatkan sejumlah investor dari BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan daerah.











