IMQ, Jakarta —
Penundaan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) PT Pegadaian yang seharusnya dilangsungkan tahun ini masih menuai tanda tanya. Pemerintah cemas bila perusahaan dengan omzet Rp70 triliun ini menggelar IPO, maka fokusnya hanya pada aspek komersial ketimbang melayani masyarakat.
Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto mengungkapkan penundaan IPO itu selain alasan komersialisasi, proses migrasi dari Perusahaan Umum (Perum) menjadi Perusahaan Terbatas (PT) merupakan jawaban tepatnya. Kini, Pegadaian tengah menyusun perubahan anggaran dasar.
"Peraturan Pemerintah (PP) telah dikantongi. Otomatis harus ada neraca penutup dan neraca pembuka di mana mereka harus diaudit menggunakan tahun buku 2011," papar Parikesit akhir pekan lalu.
Proses perubahan status ini, sambungnya, mau tidak mau membuat Pegadaian menyesuaikan diri. Penyesuaian tersebut diharapkan menjadikan Pegadaian lebih matang.
"Jadi, Pegadaian lebih matang dan kita lebih siap lagi untuk diusulkan IPO tahun depan ke Komite Privatisasi," katanya.
Dengan IPO, Pegadaian akan lebih menonjolkan transparansi dalam tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan menghasilkan kinerja yang baik. Tahun ini, Pegadaian lebih berfokus pada pembenahan internal, salah satunya memperbaiki sistem teknologi informasi (TI).
"Karena, beberapa tahun sudah dicoba TI-nya, namun belum bagus juga. Tahun ini akan dicoba lagi," imbuhnya.











