IMQ, Jakarta —
Legalisasi dari UU Pembebasan Lahan menjadi katalis untuk sektor infrastruktur, serta diyakini dapat mengatasi permasalahan yang selama ini menghambat berbagai proyek. Harapannya, saham-saham infrastruktur akan menuai untung.
Salah satu sektor yang paling terkait dengan infrastruktur adalah pembangunan jalan sebagai kegiatan yang merangsang ekonomi nasional. Didukung oleh UU yang baru, pemerintah akan memprioritaskan dan melaksanakan proyek pembangunan jalan sepanjang tahun ini.
Proyek itu adalah Trans Sumatera, Trans Jawa, dan Trans Kalimantan dengan total panjang 2.584 kilometer, yang merupakan bagian dari pengembangan koridor ekonomi Indonesia (MP3EI).
Menurut tim riset Lautandhana Securindo, Jasa Marga Tbk meningkatkan alokasi belanja modal (capex) tahun ini menjadi Rp7,7 triliun dari Rp6,5 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Sekitar 82% akan digunakan anak perusahaan untuk memulai pembangunan ruas jalan tol dengan panjang 53,5 km, yakni Halang-yasmin, Bogor (4 km), Gempol-Rembang (13,9 km), Ungaran-Bawean, Semarang-Solo (11,8 km), Kebun Jeruk-Ulujami JORR W2 Jakarta Utara (7,7 km), Gempol-Pandaan (13,6 km), dan Nusa Dua-Benoa (10 km).
Sementara Citra Marga Nusaphala Tbk menargetkan setidaknya memeroleh dua proyek jalan tol tambahan dan salah satu perusahaan yang bergerak dalam penyediaan infrastruktur pertambangan. Total investasi diperkirakan berkisar Rp3,5-5 triliun.
"Didukung oleh utang yang lebih rendah terhadap ekuitas, kami percaya perusahaan akan bisa mengamankan pendanaan internal," demikian tulis tim riset Lautandhana Februari 2012.
Selain itu, CMNP berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp1-1,5 triliun yang diterbitkan pada tahun ini. Penerbitan pertama adalah sekitar Rp1-1,5 triliun pada tahun ini.
"Kami melihat akuisisi ini akan menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan. Namun, kami belum memasukkan ke dalam proyeksi keuangan sembari menunggu kepastian," tuturnya.
Untuk itu, Lautandhana memproyeksikan keuntungan akan diperoleh kedua perusahaan jalan tol tersebut. Bahkan, Lautandhana merekomendasikan beli untuk saham JSMR dengan target harga Rp5.300. Saat ini, JSMR diperdagangkan pada PE 18,51 kali dan EBITDA 12,01 kali.
"Kami yakini Jasa Marga memiliki posisi yang kuat sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia," ungkapnya.
Begitu juga, CMNP mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp2.100, didukung oleh penilaian yang menarik dari PER 9,47 kali dengan EBITDA 6,01 kali.











