IMQ, Jakarta —
Menutup pekan pertama di Februari 2012, bursa Indonesia mengalami kenaikan sebesar 29,54 poin (0,74%) dan ditutup di level 4.015,94 dibandingkan penutupan pekan lalu pada level 3.986,41.
Pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu memaparkan kenaikan IHSG ditopang oleh data inflasi yang rendah, serta beberapa data global menunjukkan pertumbuhan.
Beberapa hal yang terjadi selama sepekan baik faktor internal maupun eksternal, yaitu:
Eksternal
• Indeks Keyakinan Konsumen AS turun menjadi 61,1 selama Januari, berdasarkan laporan Conference Board
• Data private sectors payroll naik 170.000 selama bulan Januari dipimpin oleh sektor jasa dan ukm berdasarkan laporan ADP
• Data jobless claims turun menunjukkan adanya penurunan 12.000 menjadi 367.000 hingga 28 Januari 2012 menurut Departemen Tenaga Kerja AS
• Perusahaan di AS telah mempekerjakan 243.000 tenaga kerja bulan lalu dan merupakan perekrutan terbesar selama 9 bulan terakhir. Hal ini menyebabkan pula adanya penurunan pada tingkat pengangguran sebesar 8,3% berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS
• Data Factory Orders meningkat 1,1% selama bulan Desember berdasarkan laporan Departemen Perdagangan
• The Institute of Supply Management menyatakan bahwa data ISM selama Januari sebsar 56,8% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak bulan Februari 2011 dan 53% pada Desember lalu
• Selama sepekan, terdapat beberapa laporan keuangan perusahaan di AS yang telah dipublikasikan di antaranya keuntungan Amazon pada Kuartal IV 2011 turun menjadi US$177 juta dibandingkan tahun lalu sebesar US$416 juta
• 25 dari 27 pemimpin Eropa menandatangani perjanjian bersama untuk penggabungan fiskal dan hal tersebut sangatlah penting untuk tetap mempertahankan mata uang tunggal
Internal
• Menurut Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) atau biasa dikenal pula dengan Gross Domestic Product (GDP) pada triwulan III 2011 menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,5% (year on year)
• Inflasi Indonesia Januari 0,76%. Dengan demikian, inflasi Indonesia sejak Januari 2012 sebesar 0,76% sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2011-Januari 2012) sebesar 3,65%
• Cadangan Devisa Indonesia pada bulan Desember 2011 menunjukkan penurunan menjadi US$110,123 miliar dari sebelumnya US$111,316 miliar pada November lalu
• Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan menjadi 6% pada Januari
• Kepemilikan Asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) per 1 Februari 2012 naik menjadi US$235,85 miliar dari sebelumnya US$222,86 miliar selama Desember.
Sementara sektor yang mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir dipimpin oleh perdagangan (trade) 4,57% atau 28,12 poin, disusul oleh:
1. Properti menguat 2,88%
2. Pertambangan melonjak 1,36%
3. Pertania melesat 0,99%
4. Konsumen naik tipis 0,47%
5. Industri Dasar tumbuh 0,38%
6. Manufaktur naik tipis 0,10%
Sedangkan sektor yang menurunan dipimpin oleh infrastruktur anjlok 0,65%, disusul oleh:
1. Aneka Industri anjlok 0,51%
2. Keuangan turun 0,12%
Pergerakan IHSG pada pekan depan (6 Februari 2012 – 10 Februari 2012), sejauh ini IHSG mampu bertahan di atas level 4.000.
Dengan adanya berita mengenai laporan ekonomi khususnya data tenaga kerja AS dan pencapaian indeks di AS yang hampir menyentuh level tertingginya kembali, maka tidak tertutup kemungkinan IHSG akan kembali ke level 4.200.
"Maka, kita akan melihat dalam minggu ini eforia tersebut apakah mampu membuat kenaikan IHSG lebih tinggi lagi atau malah berbalik menjadi koreksi dengan penutupan di bawah 4.000," tuturnya.











