IMQ, Jakarta —
Mitsubishi Motors menyatakan bahwa program pemangkasan biaya dan jajaran produk yang lebih baik membalikkan nasib ‘si tiga berlian’ ini dari posisi merugi menjadi meraih laba selama periode sembilan bulan yang berakhir pada Desember 2011.
Mitsubishi, pabrikan mobil terbesar keempat di Jepang, melaporkan laba bersih sebesar 13,6 miliar yen (Rp1,6 triliun) untuk periode April-Desember, berbalik dari posisi merugi sebesar 2,2 miliar yen pada periode yang sama 2010.
Untuk laba operasi melonjak tiga kali lipat menjadi 38,5 miliar yen, menurut Mitsubishi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/2).
“Peningkatan kinerja ini mungkin karena dilakukannya pengembangan jumlah model yang beragam, dipadu dengan pemangkasan biaya untuk material dan biaya lainnya,” ujar produsen truk Fuso dan Pajero Sport ini.
Penjualan turun 1,4% menjadi 1,29 triliun yen meski terjadi peningkatan di Rusia, Brasil dan pasar berkembang lainnya.
Sementara penurunan laba terutama dipicu oleh penghentian sementara produksi di Thailand sebagai dampak bencana banjir, selain juga dampak dari menguatnya yen.
Yen menguat ke level tertingginya sejak Perang Dunia II terhadap dolar AS pada kuartal lalu, yang menurunkan nilai ekspor produk dan membuat produk Jepang lebih mahal di luar negeri.
Mitsubishi belum mengubah proyeksi pendapatan untuk tahun fiscal yang berakhir pada Maret 2012 seraya menurunkan estimasi volume penjualan sebesar 19.000 uni menjadi 1,01 juta unit.
Pabrikan mobil ini memperkirakan laba bersih sebesar 20 miliar yen dan laba operasi mencapai 50 miliar yen dari penjualan sebesar 1,82 triliun yen.
Pada kuartal antara Oktober-Desember, laba bersih Mitsubishi turun menjadi 3,0 miliar yen dari 6,3 miliar yen pada kuartal sebelumnya.
Sedangkan laba operasi kuartalan melorot menjadi 4,3 miliar yen dari 22 miliar yen pada periode Juli-September.











