IMQ, Jakarta —
Raksasa elektronik Jepang, Panasonic Corp., memproyeksikan kerugian bersih sebesar Y700 miliar (Rp82,7 triliun) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret.
Estimasi kerugian itu lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang mencapai Y420 miliar (Rp49,6 triliun), tulis Mainichi Shimbun, Jumat (3/2).
Perusahaan elektronik ini merevisi estimasi kerugiannya setelah mengakuisisi perusahaan rival bermasalah, Sanyo Electric Co., dan dampak dari bencana banjir di Thailan serta imbas dari krisis utang Eropa.
Kerugian dalam periode setahun penuh ini adalah kali pertama dalam dua tahun terakhir, meski laporan suratkabar tersebut menyebutkan Panasonic masih mampu mencatat laba operasi.
Rugi bersih sebelumnya yang dialami Panasonic terjadi pada tahun fiskal 2001, ketika mencatat kerugian sebesar Y428 miliar (Rp50,5 triliun).











