IMQ, Jakarta —
Antusiasme investor di bursa Jakarta lebih terasa pada sesi perdagangan kemarin karena penguatan harga saham terjadi merata di hampir seluruh sektor. Jika ingin melihat indeks naik lebih agresif, memang itu yang seharusnya terjadi. Beberapa saham mulai menapak ke level tertinggi atau bahkan rekor tertinggi barunya seperti BSDE, CMNP, GIAA, ASRI, MAPI, HEXA, UNTR atau MDLN.
Saham sektor batubara dan perkebunan, dua sektor yang menjadi unggulan sektor komoditas Indonesia, juga mulai bergerak lebih agresif. ITMG, top picks CLSA, memotori coal sector menyusul tradisi pembagian dividen tunai yang sangat tinggi, 8% yield. Kemudian AALI dan BWPT di plantation sector yang kemarin dikompori oleh upgrade sektoral oleh Credit Suisse.
Dengan segenap kemeriahan yang terjadi di lantai bursa, pemegang saham sektor perbankan tetap saja murung. Tanpa kontribusi sektor yang satu ini, agak sulit atau bahkan nyaris mustahil melihat IHSG memecah rekor barunya dalam tempo singkat karena dominasi mereka di urutan teratas saham big-caps.
Apa boleh buat, so far investor masih concern dengan beberapa hal yang terutama terkait kebijakan bank sentral. BI menganggap perbankan menikmati margin yang terlalu tinggi (di Indonesia, memang agak sulit membedakan mana bank dan mana rentenir). Sebelum ini, telah banyak sentimen negatif menimpa sektor perbankan, seperti turunnya pendapatan dari yield surat utang (sebagai dampak investment grade), kredit macet di BLTA, kebijakan mayoritas shareholder yang simpang siur, dll.
Untuk trading short to medium term, ada dua pilihan saran. Mengejar saham yang tengah trending up atau mencari saham yang tengah oversold. Pilihan pertama masih layak tertuju pada sektor plantation dan coal seperti AALI, LSIP, SGRO, ADRO, INDY, PTBA atau BUMI. Di luar itu ada CMNP dan ASRI. Pilihan kedua bisa melihat kembali saham semen seperti INTP, SMGR, SMCB. Lalu beberapa saham lainnya seperti INTA, JPFA, LPCK.











