IMQ, Jakarta —
Peluang untuk berlanjutnya penguatan rupiah sebagai antisipasi pemberian status investment grade untuk Indonesia serta rendahnya inflasi menjadi sentimen positif bagi bursa Indonesia.
"Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini (3/2) diperkirakan akan menguat terbatas di tengah tipisnya penurunan indeks Dow Jones yang 'gemetar dan keringat dingin' menunggu rilisnya data NFP dan tingkat pengangguran Januari 2012," demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Jumat (3/2).
Ia memaparkan menjelang rilisnya data Non Payroll dan tingkat pengangguran AS Januari 2012, NFP diharapkan membukukan posisi tenaga kerja sebesar 150.000 dan data tingkat pengangguran sekitar 8,4%, beragamnya kinerja emiten, serta pertumbuhan produktivitas nonfarm AS turun di kuartal IV-2011.
"Karena naik lebih lambat dari harapan awal, atau hanya 0,7%," terangnya.
Kinerjanya ini seiring dengan optimisme lemahnya pasar tenaga kerja karena klaim tunjangan pengangguran mingguan turun 12.000 menjadi 367.000 sehingga membuat market 'sedikit gugup' tercermin dari Wall Street ditutup beragam, di mana Dow ditutup turun tipis 11,12 poin (0,09%).
Pada perdagangan hari ini, sambungnya, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.986-4.033. Pola 'three white soldiers' terbentuk atas Bursa Indonesia mengindikasikan 'bullish continuation' untuk perdagangan Jumat dan diperkirakan mencoba tembus ke level resisten 4.033 dan 4.068.
Adapun saham-saham pilihan untuk dibeli, antara lain Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Total Bangun Persada Tbk, Hexindo Tbk, Adaro Energy Tbk, United Tractors Tbk, dan Bukit Serpong Damai Tbk.











