IMQ, Jakarta —
Minyak mentah berjangka menutup perdagangan Kamis (2/2) di level terendahnya sejak medio Desember akibat berlanjutnya dampak dari kenaikan cadangan minyak mentah AS yang melebihi perkiraan, ditambah dengan lesunya permintaan produk minyak.
Untuk pengiriman Maret, minyak mentah melemah US$1,25, atau 1,3%, menjadi US$96,36 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level penutupan terendah sejak 19 Desember, dalan melanjutkan pelemahan harga minyak dalam lima sesi berturut-turut.
Berbeda dengan harga gas alam yang ditutup menguat 7,2% berkat laporan terjadinya penurunan cadangan yang melebihi ekspektasi.
Sementara emas berjangka pada perdagangan Kamis (2/2) menanjak ke level tertingginya sejak medio November, yang mendapat dukungan dari situasi pasar yang tetap memantau perkembangan rencana pemangkasan utang Yunani oleh para kreditur swastanya.
Untuk pengiriman April, emas bergerak naik US$9,80, atau 0,6%, menjadi US$1.759,30 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Ini merupakan penguatan emas dalam tiga sesi berturut-turut.
"Emas sepertinya sudah sedikit jenuh beli,” ujar Rohit Savant, analis dari CPM Group di New York. Emas ini bergerak naik di tengah penguatan dolar AS, imbuhnya.
Indeks dolar diperdagangkan di level 78,971, naik dari 78,925 pada perdagangan Rabu (1/2) di Amerika Utara.
Untuk dolar AS sebenarnya di hampir sepanjang perdagangan berada si zona merah. Greenback ini menguat setelah klaim tunjangan pengangguran memanfaatkan dukungan dari aksi beli dolar untuk mengamankan investasi.
Sementara itu, pasar tengah menantikan kabar soal apakah Yunani dan para pemegang obligasi dapat mencapai kata sepakat mengenai besaran write down utang yang dapat diterima para kreditur itu.
Untuk logam lainnya juga bergerak positif, seperti perak yang naik 37 sen, atau 1,1%, menjadi US$34,16 per ons.
Platinum untuk pengiriman April naik US$6,70, atau 0,4%, menjadi US$1.629,90 per ons, sedangkan palladium untuk kontrak Maret menguat US$10,95, atau 1,6%, menjadi US$707,65 per ons.
Namun, tembaga untuk pengiriman Maret turun 6 sen, atau 1,6%, menjadi US$3,78 per pons.











