IMQ, Jakarta —
Toshiba Corp. awal pekan ini mengumumkan pihaknya memangkas prediksi laba bersih pada tahun fiskal yang berakhir Maret turun sebesar 70% akibat menguatnya yen dan anjloknya penjualan produk digital.
Untuk laba bersih grup turun menjadi 12,1 miliar yen (Rp1,41 triliun) selama sembilan bulan yang berakhir Desember, atau anjlok 70% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dan berubah menjadi rugi pada kuartal yang berakhir pada Desember.
Toshiba memangkas proyeksi laba bserih selama setahun penuh (2011) menjadi 65 miliar yen dari 140 miliar yen.
Proyeksi laba baru ini mencerminkan penurunan sebesar 52,8% dibandingkan tahun sebelumnya, meski sebelumnya Toshiba memproyeksikan terjadi pertumbuhan.
Penjualan selama sembilan bulan yang berakhir Desember turun 6,8% menjadi 4,35 triliun yen, dengan laba operasi melorot 36,2% menjadi 90,78 miliar yen.
Penurunan laba itu akibat turunnya penjualan untuk produk-produk digital dan peralatan elektronik, yang meliputi televisi liquid crystal display (LCD) dan semikonduktor.
Buruknya kinerja Toshiba juga sebagai dampak dari apresiasi yen, gempa dan tsunami pada Maret 2011, banjir di Thailand dan melemahnya permintaan.
Toshiba juga menurunkan perkiraan penjualan setahun penuh menjadi 6,2 triliun yen dari 7 triliun yen dan laba operasi menjadi 200 miliar yen dari 300 miliar yen.











