IMQ, Jakarta —
Raksasa elektronik Jepang Sharp mengumumkan Rabu (1/2) bahwa mereka diproyeksikan mencatat rugi bersih selama 2011 sebesar 290 miliar yen (Rp34,03 triliun), yang terimbas dari turunnya harga, menguatnya yen dan lesunya ekonomi global.
Untuk periode sembilan bulan hingga Desember 2011, Sharp membukukan rugi bersih sebesar 213,5 miliar yen, dibandingkan dengan laba sebesar 21,83 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di periode yang sama, rugi operasi tercatat 9,1 miliar yen, berbalik arah dari laba operasi sebesar 66,5 miliar yenpada tahun sebelumnya, dengan penjualan jatuh 18,3% menjadi 1,9 triliun yen.
“Turunnya harga untuk produk seperti TV LCD dan baterai bertenaga matahari, ditambah dengan menguatnya yen berimbas pada anjloknya pendapatan.
Untuk tahun fiscal yang berakhir pada Maret 2012, Sharp memperkirakan hanya akan impas untuk operasional, dibandingkand engan perkiraan sebelumnya yang akan mencatat laba sebesar 85 miliar yen.
Perusahaan ini menurunkan estimasi penjualan sebesar 8,9% menjadi 2,55 triliun yen dari 2,80 triliun yen.
Sony, Toshiba dan Panasonic, adalah nama-nama besar di industri elektronik yang mencatat rapor merah dalam neraca keuangan mereka akibat sengitnya persaingan dengan merek-merek asing, terutama Samsung.
Bahkan Hitachi memutuskan untuk menghentikan memproduksi televise pada akhir tahun ini dan sebagai gantinya melakukan outsource ke produsen asing.











