IMQ, Jakarta —
Kendati tahun lalu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) gagal menemukan mitra strategis untuk membeli PT Bank Mutiara, kini lembaga independen berencana menjajakan eks PT Bank Century ini ke Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.
"Kita bersama Danareksa akan roadshow ke Eropa, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Asia," kata Kepala Eksekutif LPS Firdaus Jaelani di kantor pusat LPS, Jakarta, Kamis (2/2).
Ia mengakui roadwhow ke luar negeri guna menjajaki investor yang berencana membenamkan investasi di Indonesia, melalui pembelian saham Bank Mutiara. Untuk Asia, pihaknya akan berkunjung ke Jepang, Korea, hingga China.
Ia mengharapkan dapat menjual Bank Mutiara sesuai dengan harga penempatan modal sementara (PMS) sebesar Rp6,7 triliun. Bila di tahun ketiga LPS tidak dapat menemukan investor, maka akan diperpanjang satu tahun lagi hingga penanganannya sampai tahun kelima.
"Setelah masa lima tahun lewat, maka LPS wajib jual lagi dengan mengabaikan harga PMS, namun berapa penawaran tertinggi," tuturnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS C. Heru Budiharjo menambahkan roadshow akan dilakukan pada pertengahan Februari. Pemilihan Eropa di tengah krisis utang yang tengah melanda, diakuinya tidak mengurungkan niat LPS untuk menjajakan saham Bank Mutiara.
"Walaupun di sana bergejolak, namun masih ada beberapa investor yang masih kuat," kata Heru dalam kesempatan yang sama.
Begitu juga dengan Timur Tengah. Pihaknya juga akan mencari investor yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.
"Semuanya ini tengah dirancang oleh Danareksa. Kita tunggu Danareksa," imbuhnya.











