IMQ, Jakarta —
Empat tahun berturut-turut belum pernah mencatatkan untung pasti akan bikin gerah pimpinan perusahaan. Mungkin itu yang dialami presiden dan CEO Sony, Howard Stringer.
Raksasa elektronik Jepang ini mengumumkan Rabu (1/2) bahwa Stringer akan melepaskan jabatannya sebagai pimpinan puncak Sony yang diembannya sejak 1999 lalu. Selama empat tahun terakhir Sony memang terus merugi akibat ketatnya persaingan.
Sony belakangan ini menghadapi banyak masalah, mulai dari gencarnya mobile phone yang mengancam bisnis konsul game (Playstation), skandal peretasan terhadap data pengguna Playstation, kerugian di divisi televisi dan ancaman pembajakan terhadap musik dan film.
Stringer, 69, pria Amerika kelahiran Wales, adalah orang asing pertama yang memimpin Sony, dan ia menjadi salah satu dari banyak petinggi asing di sejumlah perusahaan Jepang yang meninggalkan posnya.
Ia akan digantikan oleh Kazuo Hirai, seorang veteran yang malang melintang di bisnis game dan musik, yang akan dilantik sebagai presiden dan chief executive pada April mendatang. Sementara Stringer akan menjadi ketua dewan direksi pada Juni.











