IMQ, Jakarta —
Beberapa saham berbasis komoditas akan kembali menjadi penggerak indeks yang diperkirakan mencoba menembus resistance pada level 4.000.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro mengatakan hal ini dipicu naiknya harga logam semalam, seperti nikel yang naik 0,6%, tembaga 1,4% dan emas 0,43%.
"Mayoritas harga metal mengalami rebound," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/2).
Selain itu, sentimen positif dari bursa global akan kembali menjadi pendorong penguatan IHSG.
Pada pembukaan sesi I Kamis (2/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,473 poin (0,26%) ke level 3.975.449. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 2.664 poin (0,38%) ke level 697,683.
Untuk bursa regional, bursa Eropa dan Amerika Serikat ditutup menguat semalam, terutama bursa Eropa yang rata-rata menguat sekitar 2% memfaktorkan rilis data manufaktur beberapa negara mulai dari China, Jerman, Inggris dan AS yang lebih baik dari ekspektasi serta spekulasi Yunani akan menyelesaikan negosiasi utangnya akhir pekan ini.
Sementara bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat seiring kembalinya optimisme pemulihan ekonomi global pasca rilis
data manufaktur di beberapa negara yang lebih baik dari ekspektasi.











