IMQ, Jakarta —
Bursa Indonesia diperkirakan berpeluang melanjutkan kenaikan didorong rendahnya data inflasi Januari serta positifnya bursa Wall Street semalam.
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, penguatan bursa Indonesia ditopang oleh membaiknya data manufaktur dari China dan Jerman, serta menguatnya indeks Dow Jones sekitar 83,55 poin, setelah beberapa hari mengalami tekanan jual.
Euforia IPO Facebook senilai US$5 miliar, penjualan mobil dan truk pada Januari untuk menggantikan kendaraan mereka yang sudah tua bertumbuh 12%, baiknya data private employers sebesar 170.000 pada posisi Januari, dan pertumbuhan sektor manufaktur AS tertinggi sejak Juni 2011.
Selain itu, construction spending bertumbuh selama lima bulan berturut-turut di Desember, data PMI China yang mengindikasikan China berpeluang tidak akan mengalami 'hard landing' serta Jerman membukukan kenaikan manufaktur output pertama kali selama empat bulan terakhir menjadi sentimen positif bagi kenaikan indeks Dow Jones.
Adapun data penting yang akan dirilis pada Jumat (3/2), adalah payroll yang diharapkan membukukan posisi tenaga kerja sebesar 150.000 pada Januari, serta tingkat pengangguran sekitar 8,4%.
"IHSG hari ini akan diperdagangkan di kisaran 3.938-3.998," kata Edwin dalam risetnya Kamis (2/2).
Pola 'white marubozu' terbentuk atas bursa Indonesia yang mengindikasikan berlanjutnya penguatan.
Ia pun merekomendasikan berapa saham pilihan untuk dibeli, antara lain Adaro Energi Tbk, Intraco Penta Tbk, Jasa Marga Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Elnusa Tbk, Alam Sutera Tbk, dan Bumi Serpong Damai Tbk.
Sementara Kepala Riset Panca Global Bertrand Raynaldi mengungkapkan IHSG akan bergerak pada kisaran 3.924-4.000 dengan kecenderungan menguat.
Pada perdagangan saham Rabu (1/2), IHSG ditutup naik 23,28 poin (0,59%) ke level 3.964,97.











