IMQ, Jakarta —
Mengawali perdagangan Februari, seluruh indeks di Wall Street berada di zona positif dan sekaligus mencatat penguatan pertama dalam lima sesi terakhir bagi indeks Dow Jones dan S&P 500.
Gairah di bursa New York dalam perdagangan Rabu (1/2) itu didorong oleh apiknya data manufaktur di China dan Eropa, yang menutupi kekecewaan pasar atas data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average akhirnya ditutup menguat 83,55 poin, atau 0,7%, menjadi 12.716,46, dan indeks S&P 500 menguat 11,68 poin, atau 0,9%, menjadi 1.324,09. Selain itu, indeks Nasdaq Composite naik 34,43 poin, atau 1,2%, menjadi 2.848,27.
Selama Januari, indeks-indeks di Wall Street menguat lebih dari 3%, yang merupakan kinerja Januari terbaik selama lebih dari sedasawarsa.
Sementara itu, minyak mentah berjangka ditutup melemah Rabu (1/2) setelah laporan mingguan menyebutkan cadangan minyak meningkat melebihi ekspektasi.
Minyak mentah untuk pengiriman Maret akhirnya turun 87 sen, atau 0,9%, menjadi US$97,61 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level terendah dalam enam pekan.
Pada sesi sebelumnya, minyak mentah turun 30 sen, atau 0,3%, menjadi US$98,48 per barel, dan selama Januari minyak melemah 0,4%.
Selama perdagangan Rabu ini minyak bergerak fluktuatif, dengan berada di zona hijau berkat dorongan dari positifnya harga saham dan melemahnya dolar AS.
Namun, laporan mengenai cadangan minyak mentah AS yang naik 4,2 juta barel langsung memberikan tekanan pada harga minyak. Analis sebelumnya memperkirakan cadangan minyak hanya naik 3 juta barel.
Sebelumnya, melemahnya dolar AS dan menguatnya kinerja saham-saham di bursa New York memacu penguatan emas berjangka untuk kedua kalinya dalam dua sesi perdagangan terakhir.
Emas untuk pengiriman April menguat US$9,10, atau 0,5%, menjadi US$1.749,50 per ons, yang merupakan level tertinggi sejak awal Desember.
Sehari sebelumnya, emas untuk pengiriman April naik US$6, atau 0,4%, menjadi US$1.740,40 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.
Data manufaktur di beberapa negara Eropa dan juga laporan tenaga kerja sektor swasta yang positif di AS membantu menggerakkan harga logam ke area positif, dengan platinum terdongkrak 2,2%.











