IMQ, Jakarta —
Kondusifnya perekonomian Indonesia mendorong pertumbuhan sektor dunia usaha seperti pertambangan terus berkembang. Hal ini tentunya memberikan ruang bagi PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk terus memacu kinerjanya.
Sebagai distributor alat berat, anak usaha Group Astra ini juga aktif bergerak pada bidang kontraktor penambangan dan bidang pertambangan batubara.
Sepanjang tahun ini UNTR menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$500 juta, dimana dana tersebut akan dialokasikan untuk bisnis kontraktor pertambangan dan sisanya untuk penjualan alat berat.
Hingga akhir 2011 lalu, perseroan berhasil mencatatkan penjualan alat berat sebesar 8.467 unit atau tumbuh 56,68% dibanding periode sama sebelumnya 5.404 unit.
Penjualan alat berat tersebut dikontribusikan dari penjualan sektor pertambangan sebanyak 5.703 unit, penjualan sektor agro sebesar 1.441 unit, penjualan alat konstruksi mencapai 826 unit dan penjualan alat untuk sektor kehutanan mencapai 497 unit.
Meningkatnya penjualan ini membuat perseroan menguasai pangsa pasar penjualan alat berat sepanjang 2011 mencapai sebesar 49% .
Sementara itu untuk sektor penjualan batu bara pada 2011 tercatat mencapai 4,48 juta ton atau meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,05 juta ton, dimana dikontribusikan dari tambang anak usaha, Prima Multi Mineral dan Tuah Turangga Agung.
Head of Research eTrading Securities, Betrand Raynaldi dalam risetnya yang dikutip IMQ mengatakan secara keseluruhan kinerja operasi UNTR selama tahun 2011 sejalan dengan prediksi yang dilakukan.
"Penjualan yang sebesar 8.467 unit ini sesuai dengan perkiraan perseroan yang sebelumnya memperkirakan total penjualan alat berat sepanjang 2011 mencapai sebesar 8.400 unit dengan dominasi penjualan alat berat untuk pertambangan," ulasnya.
Sedangkan peningkatan penjualan batubara, disebabkan tambang Tuah Turangga Agung yang sudah dapat beroperasi penuh.
Sebagai informasi, hingga saat ini unit bisnis penjualan alat berat masih menjadi kontributor utama penapatan UNTR.
Berdasarkan konsensus analis merekomendasikan beli (buy) untuk saham UNTR dengan target harga (TP) Rp30.540,91.
Pada penutupan perdagangan Selasa (31/1), saham UNTR berada pada level Rp27.850 dengan volume sebanyak 7,74 juta lembar saham senilai Rp217,45 miliar.











