IMQ, Jakarta —
Meredanya ketakutan terhadap utang Yunani dan krisis utang Eropa, membuat regional kembali rebound disambut rupiah yang menguat. Al hasil, IHSG mencoba peluang untuk mengetes resistance psikologis di level 4.000.
Menurut Senior Riset HD Capital Yuganur Wijanarko penguatan IHSG akan didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar maupun saham lapis dua (second liner) yang mulai terbuka.
"IHSG hari ini (1/2), akan bergerak di kisaran 3.875-4.050," kata Yuganur Wijanarko dalam risetnya, Rabu (1/2).
Sementara, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengungkapkan setelah IHSG Januari menguat 3,14%, lebih rendah dari kenaikan Dow Jones 3,4%, pada perdagangan hari ini mengawali Februari 2012, atau awal diberlakukannya aturan baru tentang 'hair cut' MKBD sekuritas di mana diperkirakan tujuh sekuritas akan di suspen.
"Suspensi ini dilakukan jika sekuritas tersebut tidak memenuhi kriteria, serta pemberlakuan rekening investor yang baru di mana sekitar 287 ribu rekening terancam di blokir sehingga hari ini pelaku pasar akan melihat regulator memperlakukan aturan itu," kata Edwin.
Jika ya, sambungnya, maka diperkirakan perdagangan di Bursa Indonesia bisa berlangsung sepi ditengah kemungkinan IHSG berpeluang naik terbatas didorong rendahnya data inflasi Januari dari biasanya.
Ia memaparkan ada tiga faktor negatif yang akan memengaruhi Bursa Indonesia, yakni tak terduga turunnya kepercayaan konsumen AS pada Januari ke level 61,1 dari sebelumnya di level 64,8 di Desember, jauh di bawah konsensus ekonom yang sekitar 68.
Harga rumah pada November jatuh 1,3% atas indeks konposit case-shiller 20-city, setelah sebelumnya di Oktober turun 0,7%, dan jauh dibawah konsensus di level 0,7%, serta data aktivitas bisnis di daerah Midwest turun ke level terendah sejak Agusutus menjadi pemicu pendorong turunnya Dow ke level 20,81 poin.
"Hari ini, IHSG akan diperdagangkan di kisaran 3.908-3.960," tuturnya.
Ia memperkirakan pola 'bullish harami' terbentuk atas Bursa Indonesia yang mengindikasikan berkurangnya tekanan juga ditengah mulai munculnya aksi beli dalam skala yang lemah.
Yuganur merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain:
1. Bumi Resources (BUMI) rekomendasi beli, target harga Rp2.700
2. Bank Mandiri (BMRI) rekomendasi beli, target harga Rp6.850
3. Unilever (UNVR) rekomendasi beli, target harga Rp20.650
4. Bank Tabungan (BBTN) rekomendasi beli, target harga Rp1.250











