IMQ, Jakarta —
Harga minyak mentah berjangka menguat dalam perdagangan elektronik di Asia, Selasa (31/1), berkat melemahnya dolar AS dan menguatnya indeks saham berjangka di bursa New York.
Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Maret menguat 48 sen, atau 0,5%, menjadi US$99,26 per barel, setelah di New York Mercantile Exchange semalam melemah 76 sen dolar.
Namun, harga minyak tertahan di level resistance mendekati US$100 per barel, yaitu menanjak hingga US$99,57 sebelum kemudian bergerak turun lagi.
Kenaikan harga minyak ini lebih didorong oleh turunnya indeks dolar AS, dan indeks berjangka Dow Jones Industrial Average naik 12 poin, atau 0,1%, menjadi 12.614.











