IMQ, Jakarta —
Produsen film dan kamera asal Jepang, Fujifilm, telah mengajukan penawaran kepada Olympus untuk menggabungkan bisnis dan modal.
Fujifilm mengatakan pihaknya secara resmi telah mengajukan penawaran sinergi itu kepada para penasihat Olympus, dengan melihat kemungkinan bersinergi untuk bisnis medis.
“Olympus memiliki bisnis sangat kuat untuk endoskopi sementara Fujifilm adalah perusahaan terkemuka dalam bidang X-ray image diagnosis dan ultrasonic systems,” kata seorang juru bicara Fujifilm, Selasa (31/1).
Olympus dikabarkan tengah mencari mitra aliansi untuk mengatasi masalah keuangannya, yang merugi hingga US$1,7 miliar, dan disebut-sebut beberapa perusahaan Jepang dan asing berpotensi untuk menjadi mitra Olympus.
Film untuk fotografi dulunya menjadi tulang punggung bisnis Fujifilm, namun perusahaan ini sekarang sudah mendiversifikasi bisnisnya menjadi beberapa bidang, termasuk layanan kesehatan.
Namun, Fujifilm baru saja mengumumkan bahwa laba bersihnya turun menjadi 8,8 miliar yen dalam periode tiga bulan yang berakhir hingga 31 Desember 2011, atau turun 51,4% dari 18,1 miliar yen pada periode yang sama 2010.
Penjualan Fujifilm pada kuartal III anjlok menjadi 451,25 miliar yen dari 462,63 miliar pada tahun sebelumnya, dan meski sudah dilakukan pengawasan ketat namun laba operasi tetap turun menjadi 26,5 miliar yen, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 36,60 miliar yen.
Perusahaan ini juga menurunkan perkiraan laba bersih untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret menjadi sebesar 28 miliar yen.
Pada tahun fiskal 2010, Fujifilm melaporkan laba bersih sebesar 63,85 miliar yen.











