IMQ, Jakarta —
Pasar obligasi korporasi pada tahun ini diprediksi akan semakin diincar investor dibanding obligasi yang dikeluarkan pemerintah.
Director Investment Specialist PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI), Putut Endro Andanawarih, menjelaskan hal ini didorong yield atau imbal hasil yang dihasilkan dari obligasi korporasi jauh lebih besar ketimbang obligasi pemerintah.
"Dulu memang obligasi pemerintah berani menawarkan yield hingga double digit, namun saat ini antara obligasi pemerintah kalah dengan yield korporasi," terangnya di Jakarta, Senin (30/1).
Putut menambahkan salah satu indikator yang membuktikan obligasi korporasi mulai menjadi incaran investor adalah tingginya investor asing yang mulai beralih ke obligasi korporasi.
"Dulu asing masih kurang mengenal obligasi korporasi, apalagi ada investor asing yang tidak bisa masuk tanpa ada grade rating tertentu seperti Investment Grade (IG)," ujarnya.
Untuk obligasi korporasi dengan rating AAA, suku bunga obligasi berdurasi 10 tahun bisa mencapai 8%, sedangkan untuk obligasi pemerintah untuk jangka waktu 10 tahun paling tinggi hanya mencapai 6%.











