IMQ, Jakarta —
Emas berjangka tetap bergerak positif meski dolar menguat di perdagangan Asia, Senin (30/1). Logam mulia ini naik tipis berkat dukungan aksi beli investor yang ingin mengamankan asetnya menyusul belum terselesaikannya krisis utang Eropa.
Untuk pengiriman Februari, emas berjangka menguat US$1, atau 0,1%, menjadi US$1.733,20 per ons, melanjutkan penguatan sebesar US$5,50 pada perdagangan regular di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu.
Penguatan juga dialami emas untuk pengiriman April, yakni sebesar 0,1% menjadi US$1.736,40 per ons.
Penguatan harga logam mulia ini terjadi di tengah dibukanya kembali pasar keuangan China, Senin (30/1), setelah selama sepekan libur untuk merayakan Imlek. China adalah salah satu pasar spot terbesar di dunia untuk emas.
Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret jatuh 0,7% menjadi US$33,55 per ons, dan tembaga untuk pengiriman Maret turun 1,3% menjadi US$3,84 per pons.
Untuk platinum kontrak pengiriman April melemah 0,8% menjadi US$1.610,30 per ons, dan palladium untuk kontrak Maret melemah 0,8% menjadi US$684,75 per ons.











