IMQ, Jakarta —
Indeks dolar mulai kembali menguat pada perdagangan Senin (30/1) setelah sempat mengalami tekanan pada pekan lalu, meski sejumlah analis memperingatkan adanya risiko pelemahan terhadap pergerakan dolar AS.
Indeks dolar, yang membandingkan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, diperdagangkan di posisi 78,919 di pasar Asia, Senin (30/1). Pada akhir pekan lalu di pasar Amerika Utara, indeks dolar berada di posisi 78,854.
Indeks dolar jatuh 1,7% pekan lalu setelah Federal Reserve menyatakan akan mempertahankan tingkat sukubunga rendah hingga akhir 2014.
“Ini semakin jelas bahwa data aktivitas yang menguat belum juga dapat mencegah penerapan program quantitative easing (stimulus) berikutnya dan ini memberikan risiko penurunan bagi dolar AS,” kata analis dari Credit Agricole.
Sementara itu, euro diperdagangkan di posisi US$1,3178, turun dari US$1,3216 pada akhir pekan lalu. Poundsterling Inggris menguat menjadi US$1,5714, dibandingkan dengan US$1,5740 akhir pekan lalu di Amerika Utara.
Terhadap yen Jepang, dolar berada di posisi ¥76,72 yen, naik dari ¥76,70 pada akhir pekan lalu.











