IMQ, Jakarta —
Pemerintah kembali melakukan lelang surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada 31 Januari 2012 sebesar Rp1 triliun.
Menurut Kepala Biro Kementerian Keuangan Yudi Pramadi, SBSN yang akan dijual adalah seri PBS-0001 (new issuance), PBS-0002 (new issuance), dan PBS-0003 (new issuance). Selain itu, akan dilelang sukuk negara dengan seri IFR0010 (reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2012.
"Ada 12 peserta lelang dan 4 perusahaan efek sudah mendaftar," kata Yudi Pramadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/1).
Adapun 12 perbankan itu adalah Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, Bank Permata Tbk, Bank Panin Tbk, The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited, Bank OCBC NISP Tbk, Standard Chartered, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Citibank N.A, dan BNI Syariah.
Sedangkan empat penjamin emisi, yakni Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, dan Bahana Sekuritas.
Pemegang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Sementara pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield di atas rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.











