IMQ, Jakarta —
Kejatuhan Dow Jones pada perdagangan Jumat (27/1) sekitar 74,17% akibat lebih rendahnya data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2011 ketimbang konsensus ekonom diprediksi menjadi sentimen negatif bagi bursa Indonesia pada perdagangan Senin (30/1).
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengungkapkan lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menurunkan dan memberikan outlook negatif atas negara-negara wilayah Eropa, seperti Italia menjadi 'A-' dari 'A+', Spanyol menjadi 'A' dari 'AA-', Belgia menjadi 'AA' dari 'AA+'. Slovania menjadi 'A' dari 'AA-', serta Siprus menjadi 'BBB-' dari 'BBB'.
"Perdagangan bursa Indonesia pada Senin (30/1) diperkirakan negatif di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri," kata Edwin dalam risetnya Senin (30/1).
Di sisi lain, lanjutnya, data-data ekonomi yang akan dirilis AS sepanjang pakan ini cukup padat, di antaranya, personal income dan spending, S&P Case-Shiller home price index, Chicago PMI, kepercayaan konsumen, kesempatan kerja-pengangguran, ADP laporan pekerja, dan ISM.
Sejauh ini, sudah 37% emiten yang tergabung dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya, dengan hanya 59% di antaranya lebih tinggi di atas ekspektasi. Namun, hal ini masih jauh bila dibandingkan dengan kuartal III-2011 yang mencapai 70% emiten melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi.
"Di samping itu, investor akan menunggu apa hasil yang dicapai dari KTT pemimpin Eropa pada hari ini. Kemungkinan kesepakatan atas utang Yunani dan data manufacturing pada Rabu mendatang," tuturnya.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 3.961-4005. Pola 'long legged doji' yang terbentuk atas IHSG mengindikasikan terjadinya kebingungan di pasar mengenai arah market sebenarnya.
Dengan saham pilihan yang direkomendasikan SOS (sell on strenght), yakni Aneka Tambang Tbk, International Nickel Indonesia Tbk, Timah Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, dan Perusahaan Tambang Bukit Asahm Tbk.











